PIRU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Penanggulangan Stunting di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati SBB, Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut penelitian tahap pertama terkait implementasi program penanggulangan stunting di wilayah kepulauan, sekaligus upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten SBB, Reinhold V. Lisapaly, Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.
Melalui forum tersebut, tim peneliti bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan membahas berbagai isu strategis penanganan stunting, termasuk penguatan kerja sama antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Memorandum of Agreement (MoA).

Penelitian yang dilakukan tim FKM UNAIR mengangkat tema implementasi program penanggulangan stunting di daerah kepulauan dengan menggunakan pendekatan RE-AIM, yang mencakup aspek jangkauan program, efektivitas, penerapan, pelaksanaan, dan keberlanjutan program.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Muji Sulistyowati, menjelaskan bahwa FGD tersebut bertujuan menyusun rekomendasi berdasarkan kondisi lapangan dan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan sejak Februari 2026.
“FGD ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah,” ujar beliau.
Menurutnya, Kabupaten Seram Bagian Barat dipilih sebagai lokasi penelitian karena masih menghadapi tantangan stunting yang memerlukan penguatan strategi penanganan berbasis karakteristik wilayah kepulauan.
Selain sektor kesehatan, penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor, keluarga, serta tokoh masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten SBB, Reinhold V. Lisapaly, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian dan FGD yang dilakukan FKM UNAIR bersama pemerintah daerah.
“Penanganan stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh sektor agar program yang dijalankan dapat lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap beliau.
Sebelumnya, tim peneliti telah melakukan pengumpulan data terhadap ibu bayi dan balita, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah OPD terkait implementasi program stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Melalui FGD tersebut, diharapkan rekomendasi yang dihasilkan dapat memperkuat implementasi program penanggulangan stunting sekaligus menjadi dasar penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. (Diskominfo SBB)

