LUMOLI – Walang 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) resmi diluncurkan di Desa Lumoli, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Selasa (12/05/2026), sebagai upaya memperkuat pelayanan dasar terpadu bagi masyarakat desa. Peluncuran program tersebut diresmikan Ketua Pembina Posyandu Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa, dalam rangka mendukung transformasi Posyandu 6 SPM guna mendekatkan layanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Desa Lumoli ditetapkan sebagai desa percontohan pertama penerapan Walang 6 SPM di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kedatangan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku bersama jajaran dan Perangkat Daerah Provinsi Maluku terkait disambut dengan antusias oleh masyarakat melalui tarian adat sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap program pelayanan terpadu tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat, Ny. Yeni Rosbayani Asri bersama jajaran, kader Posyandu, pemerintah desa, dan unsur masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ny. Maya Baby Lewerissa menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat, meskipun masih terdapat berbagai keterbatasan fasilitas Posyandu di sejumlah wilayah.
“Saat ini masih terdapat Posyandu yang belum memiliki gedung sendiri sehingga pelayanan dilakukan di rumah warga maupun balai desa. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memperkuat pelayanan dasar hingga ke tingkat desa,” ujar Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku.
Menurutnya, kehadiran Walang 6 SPM menjadi solusi untuk memperkuat koordinasi pelayanan masyarakat secara terpadu tanpa membebani kader Posyandu di lapangan.
“Melalui Walang 6 SPM, pelayanan dasar masyarakat dapat dikoordinasikan dengan lebih baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terdata dan ditangani secara terpadu,” ungkap Beliau.

Beliau menjelaskan bahwa Walang 6 SPM mencakup enam bidang pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Selain sebagai pusat pelayanan terpadu, Walang juga berfungsi sebagai pusat data desa yang mengintegrasikan hasil pendataan kader dengan data pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat, Ny. Yeni Rosbayani Asri, turut menyerahkan paket perlengkapan obat-obatan kepada kader Posyandu Desa Lumoli guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat berharap kehadiran Walang 6 SPM dapat memperkuat pelayanan masyarakat di desa serta menjadi sarana koordinasi yang efektif dalam menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap Walang 6 SPM mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Beliau.

Usai peluncuran, rombongan meninjau langsung rumah tidak layak huni di Desa Lumoli untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan bahan bangunan.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berharap penerapan Walang 6 SPM di Desa Lumoli dapat menjadi model pengembangan pelayanan dasar terpadu bagi desa-desa lain, sekaligus memperkuat keberlanjutan program transformasi Posyandu 6 SPM melalui sinergi antara pemerintah daerah, kader Posyandu, dan masyarakat, sehingga pelayanan dasar semakin efektif, terintegrasi, mudah dijangkau, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Diskominfo SBB)

