28 C
Maluku
Selasa, September 8, 2026

CEGAH GEJOLAK HARGA, PEMKAB SBB INTENSIFKAN PEMANTAUAN PASAR

PIRU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat melalui operasi pasar yang dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Piru, Rabu (26/08/2026).

Operasi pasar tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) SBB, Leverne A. Tuasuun, bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) SBB dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Pemantauan dilakukan secara langsung pada sejumlah titik, mulai dari kios kelontong, gudang sembako, pangkalan BBM, tempat pemotongan hewan hingga pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan harga berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi pasar di Kota Piru secara umum masih berada dalam keadaan stabil. Meski demikian, tim menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai keriting dan cabai rawit.

Kenaikan harga cabai tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan akibat kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi dan ketersediaan cabai di wilayah SBB.

Sekda SBB, Leverne A. Tuasuun, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan pasokan guna memastikan kenaikan pada komoditas tertentu tidak berkembang menjadi tekanan terhadap harga kebutuhan pokok secara umum.

“Secara umum kondisi pasar masih stabil. Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai, yang dipengaruhi keterbatasan pasokan. Namun, kondisi ini masih dapat kita kendalikan,” ujar Sekda.

Menurutnya, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap harga di tingkat pedagang, tetapi juga mencakup rantai distribusi barang. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui kondisi pasokan mulai dari distributor hingga sampai kepada konsumen.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kendala distribusi yang berpotensi memengaruhi ketersediaan barang dan mendorong kenaikan harga di tingkat masyarakat.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan bersama perangkat daerah terkait. Kita ingin memastikan distribusi berjalan lancar, stok tersedia dan harga tetap dalam kondisi yang wajar,” katanya.

Sekda menegaskan, pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten SBB dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap inflasi daerah.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga mengimbau distributor dan pedagang untuk bersama-sama menjaga stabilitas perdagangan dengan tidak melakukan penimbunan barang maupun menaikkan harga secara tidak wajar. Para pelaku usaha diharapkan tetap menjaga kelancaran distribusi sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Pemerintah Kabupaten SBB akan melanjutkan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di pasar. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Melalui sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab SBB berkomitmen menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, stabilitas harga, serta kondisi pasar yang aman dan kondusif bagi masyarakat. (Diskominfo SBB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

error: