MOREKAU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menegaskan pentingnya peran Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kehidupan sosial, spiritual, toleransi, dan persatuan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati SBB Asri Arman melalui Sekretaris Daerah Kabupaten SBB Leverne A. Tuasuun, yang mewakili Bupati pada Perayaan HUT ke-91 GPM sekaligus HUT ke-91 Klasis Seram Barat yang dilaksanakan di Jemaat GPM Morekau, Senin (07/09/2026).
HUT ke-91 Klasis Seram Barat tersebut sekaligus menjadi syukuran perdana rangkaian pelayanan di Klasis Seram Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten SBB, anggota DPRD Kabupaten SBB, Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Majelis Pekerja Klasis Seram Barat, para pendeta dan pelayan, serta seluruh warga jemaat.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati menyampaikan apresiasi atas perjalanan pelayanan GPM yang telah memasuki usia 91 tahun. Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar perayaan usia pelayanan gereja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah”, perayaan HUT ke-91 GPM diharapkan dapat mendorong seluruh warga gereja memaknai rasa syukur melalui tindakan nyata, ketekunan dalam berkarya, serta komitmen untuk terus menjadi terang dan garam di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bupati menilai, selama 91 tahun perjalanan pelayanannya, GPM telah mengambil bagian penting dalam pembinaan mental, spiritual, dan moral masyarakat di Maluku, termasuk di Kabupaten SBB.
“Gereja bukan hanya tempat beribadah, melainkan juga pilar penting dalam menjaga toleransi, kedamaian, persatuan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah kita,” pesan Bupati yang disampaikan Sekda.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.

Bupati juga mengapresiasi berbagai program yang dilaksanakan dalam rangkaian pelayanan Klasis Seram Barat, termasuk kegiatan sosial, ekonomi, serta agenda kreatif seperti peluncuran buku dan expo. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kontribusi gereja dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia sekaligus mengangkat potensi lokal.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh warga GPM dan masyarakat SBB untuk terus bergandengan tangan bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, menjaga kondusivitas daerah, serta merawat persatuan dan kebersamaan.
“Mari kita tingkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan pembangunan, menjaga kondusivitas daerah, serta merawat kebersamaan di tanah yang kita cintai ini,” pesan Bupati.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pekerja Klasis Seram Barat, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi, serta seluruh Jemaat GPM Morekau yang telah mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan, meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan, serta memperluas kontribusi gereja dalam mendukung pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat.
Selain membacakan sambutan Bupati, Sekretaris Daerah SBB Leverne A. Tuasuun mengingatkan warga gereja GPM dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan mengingat wilayah SBB saat ini berada pada periode puncak musim kemarau. Karena itu, masyarakat didorong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan serta berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi musim tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah stan expo, yang dirangkaikan dengan penarikan undian door prize bagi jemaat se-Klasis Seram Barat. (Diskominfo SBB).

