25.9 C
Maluku
Selasa, Mei 26, 2026

DORONG KESEJAHTERAAN NELAYAN, PROGRAM KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DISIAPKAN DI SBB

KAIRATU – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Lotharia Latif, melakukan kunjungan kerja ke Dusun Air Buaya, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (12/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung lokasi yang dipersiapkan sebagai kawasan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dalam kunjungan tersebut, Latif didampingi Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman, Kapolres SBB, Dandim 1513/SBB, serta sejumlah pimpinan Perangkat Daerah terkait.

Rombongan meninjau kawasan pesisir Dusun Air Buaya yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan kampung nelayan. Area tersebut memiliki luas sekitar 6.750 meter persegi yang berada di sepanjang pesisir Pantai Kairatu dan dinilai strategis untuk pengembangan aktivitas nelayan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Kairatu merupakan bagian dari usulan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Dinas Perikanan. Program ini diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir berbasis sektor perikanan tangkap.

Dirjen Perikanan Tangkap didampingi oleh Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman memberikan penjelasan dalam kunjungan kerja, Kamis (12/3/2026).

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten SBB mengusulkan 15 desa sebagai lokasi pembangunan kampung nelayan. Dari jumlah tersebut, empat desa telah disurvei oleh tim terkait, yakni Desa Kawa, Desa Iha, Desa Kasieh, dan Desa Sukaraja.

Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat pembangunan kawasan pesisir.

“Secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.100 kampung nelayan di berbagai wilayah pesisir Indonesia sebagai bagian dari strategi penguatan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Beliau.

Beliau menjelaskan, program tersebut tidak hanya membangun permukiman nelayan yang lebih layak, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan perikanan.

“Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain tempat pelelangan ikan, cold storage, dermaga tambat perahu, gudang peralatan nelayan, serta sarana pengolahan hasil perikanan,” kata Dirjen.

Selain itu, kawasan kampung nelayan juga akan dilengkapi infrastruktur dasar seperti akses jalan lingkungan, sarana air bersih, sanitasi, hingga ruang kegiatan masyarakat.

“Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil tangkapan,” tambah Beliau.

Peninjau kawasan pesisir Dusun Air Buaya yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan kampung nelayan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program nasional tersebut.

“Kami sangat mendukung program prioritas Presiden yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, di mana sektor perikanan menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Seram Bagian Barat,” ujar Bupati.

Bupati SBB menambahkan, usulan pembangunan kampung nelayan di 15 desa merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi perikanan laut yang dimiliki daerah tersebut.

“Kami berharap desa-desa yang diusulkan dapat memperoleh persetujuan sehingga pembangunan kampung nelayan dapat segera terealisasi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penurunan angka kemiskinan,” kata Bupati.

Khusus untuk lokasi di Kairatu, Bupati berharap kunjungan kerja Dirjen Perikanan Tangkap dapat mempercepat proses persiapan pembangunan.

“Jika disetujui, kawasan ini diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi pesisir di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan demi kesejahteraan masyarakat nelayan,” tutup Bupati SBB.

Kunjungan kerja tersebut menjadi sinyal kuat perhatian pemerintah pusat terhadap potensi kelautan di Seram Bagian Barat. Dengan dukungan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan kawasan permukiman nelayan yang lebih layak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan serta memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu tulang punggung pembangunan daerah. (Diskominfo SBB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

error: