PIRU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) berhasil memfasilitasi penyelesaian konflik antara warga Dusun Ani dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, melalui kesepakatan damai yang ditandatangani bersama dalam rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati SBB, Senin (23/3/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 tersebut dipimpin langsung oleh Bupati SBB Asri Arman dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Perangkat Daerah serta tokoh masyarakat dari kedua dusun.
Kesepakatan damai ini menjadi langkah penting dalam meredam konflik yang bermula dari kesalahpahaman antar pemuda pada 20 Maret 2026, yang sempat berkembang dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan menegaskan bahwa penyelesaian konflik dilakukan melalui pendekatan persuasif, dialogis, serta tetap mengedepankan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan yang berlaku.
Perwakilan masyarakat dari kedua dusun menyatakan komitmen bersama untuk mengakhiri konflik dan kembali menjaga hubungan persaudaraan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam arahannya, Bupati SBB menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kedamaian serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Mari kita bersama mencari solusi, saling memaafkan antara kedua dusun guna menuntaskan permasalahan yang terjadi,” tegas Bupati.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memicu konflik.
“Jika ada isu yang beredar berpotensi konflik, segera dikoordinasikan untuk memastikan kebenarannya, sehingga tidak berkembang menjadi provokasi di tengah masyarakat,” ujar Beliau.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan kesepakatan damai yang memuat sejumlah poin penting, antara lain mengakhiri konflik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Pemerintah Kabupaten SBB juga memastikan langkah-langkah lanjutan, termasuk pemberian bantuan kepada korban, peningkatan patroli keamanan, serta penguatan peran tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, Pemerintah Kabupaten SBB menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai fasilitator dalam menjaga persatuan dan kedamaian, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman, nyaman, dan harmonis. (Diskominfo SBB)

