TAMAN JAYA – Peringatan Hari Posyandu yang diperingati setiap 29 April dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Taman Jaya, Desa Piru, berlangsung tertib dan penuh antusiasme, dengan melibatkan kader posyandu serta masyarakat, khususnya ibu, anak, dan lansia.
Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat, Yeni Rosbayani Asri, hadir langsung dan menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran krusial sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Pelayanan kesehatan itu dipusatkan dari dasar sampai ke hulu. Dan di dasarnya adalah kader-kader Posyandu,” ujar Ketua TP Posyandu.

Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan dukungan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat.
“Kita harus berkoordinasi. Ini bukan hanya tanggung jawab kami, tetapi tanggung jawab kita semua untuk kemajuan Kabupaten Seram Bagian Barat,” lanjut Beliau.
Ketua TP Posyandu juga menyoroti meningkatnya kompleksitas tugas kader Posyandu seiring dengan transformasi layanan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader serta dukungan lintas sektor menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Dalam arahannya, Yeni turut mengajak masyarakat untuk memperhatikan pemenuhan gizi keluarga, khususnya dengan membiasakan konsumsi ikan sejak dini sebagai upaya pencegahan stunting.
“Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah. Kandungan protein ikan sangat efektif untuk mencegah stunting,” ungkap Beliau.

Ketua TP Posyandu juga mengingatkan masyarakat terhadap risiko pernikahan usia dini yang dapat berdampak pada kualitas kesehatan ibu dan anak serta masa depan generasi.
Sejalan dengan transformasi Posyandu, penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 terus dioptimalkan. Kebijakan ini memperluas fungsi Posyandu menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Implementasi SPM tersebut meliputi pelayanan kesehatan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, usia produktif hingga lansia. Selain itu, Posyandu juga mendukung layanan pendidikan anak usia dini melalui pendataan dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Pada sektor sosial, Posyandu memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas dan lansia. Sementara itu, pada bidang pekerjaan umum dan perumahan, dilakukan pemantauan akses air bersih, sanitasi layak, serta pendataan rumah tidak layak huni.

Dalam peringatan Hari Posyandu ini, masyarakat juga memperoleh berbagai layanan terpadu yang mengacu pada enam SPM tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi, hingga pemantauan kondisi lingkungan dan perumahan.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan paket bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting, serta kepada ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bentuk intervensi gizi spesifik dan dukungan nyata pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Posyandu sekaligus menjadi refleksi atas pentingnya peran kader dalam mendampingi masyarakat di setiap tahap kehidupan, guna mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Dengan semangat Hari Posyandu, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berkomitmen untuk terus memperkuat layanan masyarakat, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan secara lebih optimal di masa mendatang. (Diskominfo SBB)


