27.7 C
Maluku
Kamis, April 23, 2026

KEPULAUAN MANIPA JADI FOKUS PANGAN AMAN MELALUI PROGRAM PAMAN BARONDA

MANIPA-Kecamatan Kepulauan Manipa menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon dalam memperkuat keamanan pangan di wilayah kepulauan, Sabtu (13/12/2025). Melalui Program PAMAN BARONDA (Program Desa Pangan Aman Berlanjut dan Replikasi oleh Pemerintah Daerah/Desa), BPOM Ambon mengintervensi sejumlah desa di Kecamatan Kepulauan Manipa untuk mendorong terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan sektor pendidikan. Salah satu rangkaian kegiatan adalah penyelenggaraan rembug desa sebagai forum advokasi dan penyadaran pangan aman, serta edukasi melalui inovasi SAPA Repost (Sadar Pangan Aman) di sekolah-sekolah dasar, antara lain SD Negeri Tomalehu Barat, SD Kristen Tomalehu Timur, dan MI Buano Hatuputih.

Melalui edukasi ini, para siswa diperkenalkan sejak dini mengenai pentingnya memilih pangan aman, memahami label dan kemasan, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

PLT Camat Manipa, Abdul Karim Lausepa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini sebagai kebutuhan mendasar bagi masyarakat pesisir.

“Program PAMAN BARONDA sangat penting bagi masyarakat Kepulauan Manipa. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pangan aman, sekaligus memperkuat pembangunan desa di wilayah kepulauan,” uja beliau.

Beliau menambahkan, Pemerintah Kecamatan siap mendukung tindak lanjut program secara berkelanjutan bersama desa-desa.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten SBB, Yusnita Tiakoly, menegaskan bahwa pelaksanaan program keamanan pangan juga mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Manipa.

“Manipa memiliki potensi wisata budaya yang luar biasa. Terdapat 28 Objek Diduga Cagar Budaya yang tersebar di lima desa, dan ini harus didukung dengan lingkungan yang bersih serta pangan aman, khususnya pada sektor kuliner dan produk olahan masyarakat,” jelas Tiakoly.

Ia menilai bahwa sinergi antara keamanan pangan dan pariwisata akan memperkuat citra Manipa sebagai destinasi wisata yang unggul.

Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail, menegaskan bahwa sekolah merupakan pintu masuk strategis untuk memperkuat budaya pangan aman masyarakat sejak dini.

“Kesadaran pangan aman perlu ditanamkan sejak usia dini. Sekolah menjadi jalur utama membentuk generasi sehat, cerdas, dan produktif. Kami berharap masyarakat Manipa dapat menjadi contoh wilayah sadar pangan aman di Maluku,” ungkap beliau.

Kepala BPOM juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penguatan pemahaman pangan aman sampai ke tingkat desa melalui pendampingan dan replikasi Program PAMAN BARONDA di seluruh wilayah Kabupaten SBB.

Melalui Program PAMAN BARONDA ini, Kecamatan Kepulauan Manipa diharapkan tumbuh sebagai wilayah sadar pangan aman, sekaligus mampu mengembangkan potensi wisata yang berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. (Diskominfo SBB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

error: