PIRU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas langkah penanganan dan pemulihan pascakonflik yang melibatkan warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati SBB, Jumat (18/9/2026), dipimpin Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama atas delegasi Bupati SBB Asri Arman.
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres SBB, Dandim 1513/SBB, Kepala Kejaksaan Negeri SBB, perwakilan Danki Brimob, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama SBB, serta Camat Taniwel.
Rakor membahas sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pemulihan kondisi di kedua desa, meliputi aspek keamanan, rehabilitasi rumah dan sarana yang terdampak, pemulihan sosial masyarakat, hingga penguatan koordinasi antarlembaga.

Salah satu langkah yang akan segera dilakukan adalah pembersihan lokasi rumah warga Desa Patahuwe yang terdampak kebakaran. Pembersihan akan melibatkan personel TNI dan Polri dengan dukungan alat berat dari Pemerintah Kabupaten SBB dan Kodim 1513/SBB.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses ke lokasi terdampak sehingga proses rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah warga dapat segera dilakukan. Warga yang masih berada di lokasi pengungsian diharapkan dapat kembali ke tempat tinggal mereka secara bertahap setelah kondisi keamanan memungkinkan.
Selain penanganan fisik, rakor juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat pascakonflik, termasuk penyebaran informasi yang tidak benar, konten bernuansa SARA, dan ujaran kebencian di media sosial.
Kapolres SBB, Dandim 1513/SBB, dan Kajari SBB sepakat meningkatkan pemantauan terhadap informasi dan konten media sosial yang berkaitan dengan situasi pascakonflik. Apabila ditemukan konten yang memenuhi unsur pidana atau terdapat indikasi pelanggaran hukum, penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Upaya pemulihan juga akan melibatkan tokoh lintas agama, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Keterlibatan para tokoh agama dinilai penting untuk membuka ruang komunikasi dan dialog serta membantu memperkuat kembali hubungan sosial antara masyarakat Desa Patahuwe dan Desa Lisabata.

Melalui Wakil Bupati, Bupati SBB Asri Arman juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan agar memastikan bantuan diberikan secara tepat guna dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak di kedua desa.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat SBB untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif dengan menyebarkan pesan-pesan positif, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran konten yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Pemerintah Kabupaten SBB bersama unsur Forkopimda berharap langkah terkoordinasi tersebut dapat mempercepat pemulihan keamanan dan kondisi sosial masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi terbangunnya kembali hubungan yang harmonis antara masyarakat Desa Patahuwe dan Desa Lisabata. (Diskominfo SBB)

