20.8 C
Maluku
Tuesday, July 16, 2024

PJ BUPATI CANANGKAN KICK OFF INTERVENSI SERENTAK PENURUNAN STUNTING

KAWA-Salah satu isu nasional yang masih saja menjadi pekerjaan rumah dan belum teratasi dengan tuntas di Indonesia termasuk di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) saat ini, adalah adanya permasalah Stunting yang dialami oleh sebagian anak-anak.

Menyikapi realitas ini maka Penjabat Bupati SBB Achmad Jais Ely, pada Rabu (12/06/2024) berkesempatan menghadiri acara Pencanangan intervensi serentak pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting tingkat kabupaten yang diadakan oleh Pemda SBB melalui OPD pengampuh stunting.

Dipusatkan di Gedung Balai Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, kegiatan ini juga secara dilaksanakan secara daring yang diikuti oleh berbagai posyandu yang ada di se-kecamatan Kabupaten SBB.

Turut hadir mendampingi Pj. Bupati antara lain, Ibu Ketua TP-PKK SBB Ibu Anita Jais Ely,  Anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, Ketua DWP, Ketua Persit Kodim 1513/SBB, Para Camat, Kepala Desa Kawa, Kepala Puskesmas dan Kepala Dusun serta Tokoh Masyarakat maupun Tokoh Agama.

Pj. Bupati SBB memberikan bantuan berupa makanan tambahan bagi Balita dan Ibu Hamil serta penyerahan bantuan juga bagi Keluarga-keluarga penerima PKH, Rabu (12/06/2024).

Untuk diketahui stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat adanya kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam Waktu lama serta terjadi infeksi berulang akibat dari pola asuh yang tidak memadai.

Pj. Bupati dalam sambutannya menyampaikan, “Pelaksanaan pencanangan intervensi yang kita lakukan saat ini merupakan aksi yang dilakukan melalui pendataan, penimbangan, dan pengukuran yang akurat, melakukan edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.”

“Angka prevalensi stunting kita di tahun 2023 kemarin berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI), mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni dari sebelumnya sebesar 27,5 persen naik menjadi 31,4 persen. Ini tentunya harus menjadi peringatan bagi kita semua, untuk lebih serius dan menaruh perhatian besar pada saat melakukan intervensi,” lanjut Beliau.

Menutup sambutannya Pj Bupati kemudian menyampaikan ajakannya, “Untuk itu saya mengajak kita semua yang hadir disaat ini untuk semakin memperkuat komitmen kita Bersama untuk memerangi stunting. Karenanya saat ini, saya ingin melauching sebuah program yang saya namai Kasih Bening SBB yang merupakan akronim dari Katong Semua Ikut Bergerak Bersama Memerangi Stunting. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa meridhoi upaya kita semua”.

Usai menabuh tifa bersama para Forkopimda sebagai tanda dimulainya kerja Bersama dalam memerangi stunting, Pj Bupati bersama Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua DWP dan Ketua Persit Kodim 1513/SBB, kemudian memberikan bantuan berupa makanan tambahan bagi Balita dan Ibu Hamil serta penyerahan bantuan juga bagi keluarga-keluarga penerima PKH.

Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama serta peninjauan pelaksanaan Posyandu oleh Ketua TP-PKK beserta pengurus, Ketua DWP dan Ketua Persit Kodim 1513/SBB. Posyandu sendiri dilaksanakan bersama para kader Posyandu bersama dengan tenaga Kesehatan dari Puskesmas Piru. (Diskominfo SBB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here