18.6 C
Maluku
Jumat, Oktober 23, 2026

BUPATI SBB TERIMA KUNJUNGAN BALAI PERHUTANAN SOSIAL AMBON, DORONG OPTIMALISASI AGROFORESTRI

PIRU – Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman menerima kunjungan Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, Beny Ahadian Noor, bersama jajaran di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati SBB, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam mengoptimalkan pemanfaatan areal perhutanan sosial, khususnya kawasan hutan produksi, melalui pengembangan agroforestri pangan dan energi.

Bupati Asri Arman dalam pertemuan itu didampingi Sekretaris Daerah SBB Leverne A. Tuasuun serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pembahasan diarahkan pada pengembangan potensi perhutanan sosial agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan fungsi kawasan hutan.

Pengembangan agroforestri pangan dan energi menjadi salah satu pendekatan dalam pemanfaatan areal perhutanan sosial. Kebijakan tersebut membuka ruang bagi pengembangan tanaman pangan dan tanaman penghasil biomassa atau bioenergi dengan tetap memperhatikan fungsi dan kelestarian kawasan hutan.

Bagi Kabupaten SBB, pengembangan tersebut dinilai memiliki potensi besar mengingat sejumlah wilayah telah menjadi lokasi penguatan kelompok perhutanan sosial melalui program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi (FAPE).

Program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan Balai Perhutanan Sosial Ambon bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Alang Asaude, Dusun Nagalema, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, serta Desa Honitetu, Kecamatan Inamosol.

Pelaksanaan program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok perhutanan sosial dalam mengembangkan pola agroforestri yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dalam pertemuan tersebut, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu poin penting yang dibahas. Balai Perhutanan Sosial Ambon akan membangun koordinasi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, UPTD KPH SBB, BRMP Maluku, dan Dinas Pertanian Kabupaten SBB.

Sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program secara terpadu, mulai dari pendampingan kelompok, penerapan teknologi budidaya, penyediaan benih, hingga pengembangan komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah.

Bupati SBB Asri Arman menyambut baik kunjungan dan rencana penguatan kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Perhutanan Sosial Ambon yang turut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan energi di Kabupaten SBB.

“Saya mewakili Pemkab SBB mengucapkan selamat datang di Bumi Saka Mese Nusa. Terima kasih kepada Pak Beny dan seluruh rombongan Balai yang telah bersedia berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan energi di Kabupaten SBB melalui optimalisasi pemanfaatan areal perhutanan sosial, khususnya pada kawasan hutan produksi,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta seluruh OPD terkait, khususnya Dinas Pertanian, untuk membangun koordinasi yang intensif dan berkesinambungan dengan Balai Perhutanan Sosial Ambon.

“Saya telah memerintahkan kepada semua OPD terkait, khususnya Dinas Pertanian, untuk membangun koordinasi yang intensif dan berkesinambungan dengan pihak Balai Perhutanan Sosial Ambon sehingga dapat membantu mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kita,” katanya.

Menurutnya, optimalisasi kawasan perhutanan sosial melalui agroforestri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ketersediaan pangan dan potensi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.

“Optimalisasi kawasan melalui agroforestri ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan potensi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi daerah dengan tetap menjaga kelestarian hutan,” lanjutnya.

Karena itu, Bupati menekankan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah daerah, Balai Perhutanan Sosial, pengelola kawasan, penyuluh, dan masyarakat.

Beliau berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pemanfaatan potensi perhutanan sosial di Kabupaten SBB secara lebih optimal, produktif, dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Dengan menguatkan dan menjaga sinergi kita dengan pihak Balai, pengelola kawasan, penyuluh, dan masyarakat, potensi perhutanan sosial di SBB diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Bupati. (Diskominfo SBB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

error: