AMBON – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, mengikuti Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP-PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Timur secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Pertemuan Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Selasa (13/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yeni Rosbayani Asri hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten SBB, Ketua Pembina Posyandu, sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten SBB. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan tata kelola kelembagaan dalam mendukung pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas pelayanan Posyandu, serta pengembangan potensi kerajinan daerah.
Kegiatan yang dipusatkan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, tersebut turut diikuti Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Baby Lewerissa, bersama jajaran pengurus, para ketua TP-PKK kabupaten/kota se-Maluku, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Rapat ini menitikberatkan pada penguatan tata kelola kelembagaan Dekranas, TP-PKK, dan TP Posyandu agar pelaksanaan program di daerah dapat berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Keselarasan program antarlembaga dan dukungan pemerintah daerah menjadi aspek penting untuk memastikan kegiatan pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Bagi Kabupaten Seram Bagian Barat, penguatan kelembagaan tersebut memiliki arti strategis, terutama dalam mendorong peran kader di tingkat desa, meningkatkan kemandirian keluarga, serta memperluas jangkauan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Yeni Rosbayani Asri menilai koordinasi lintas lembaga perlu terus diperkuat agar program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Penguatan tata kelola ini menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi dan menyelaraskan program Dekranasda, TP-PKK, dan Posyandu. Kami berharap sinergi ini dapat mendorong pemberdayaan keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mengembangkan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Seram Bagian Barat,” Ujar Beliau.
Dalam aspek pelayanan masyarakat, Posyandu memiliki peran penting sebagai wadah pelayanan terpadu di tingkat komunitas. Karena itu, penguatan kapasitas kader, dukungan lintas sektor, serta keterpaduan program dengan pemerintah daerah perlu menjadi perhatian agar pelayanan dapat menjangkau kelompok sasaran secara optimal, termasuk ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu, TP-PKK diharapkan terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan keluarga melalui pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan kader hingga tingkat desa menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong partisipasi masyarakat, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian keluarga.
Pada sektor ekonomi kreatif, Dekranasda memiliki peran dalam membina perajin dan mendorong pengembangan produk kerajinan lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Upaya tersebut juga menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui penguatan tata kelola dan koordinasi antarlembaga, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat diharapkan dapat semakin mengoptimalkan program pemberdayaan keluarga, pelayanan Posyandu, dan pengembangan kerajinan daerah secara berkesinambungan.
Keikutsertaan Yeni Rosbayani Asri dalam forum tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan program Dekranasda, TP-PKK, dan Posyandu di Kabupaten SBB, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat serta mendukung terwujudnya SBB yang maju, harmonis, dan berkelanjutan berbasis agro-marine.

