AMBON-Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan dengan hadirnya Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, pada kegiatan Multi-Stakeholder Strategic Coordination Forum serta Penandatanganan Kerja Sama seaBLUE Project yang berlangsung di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, Selasa (11/11/2025).
Bupati SBB hadir bersama para pemangku kepentingan dari tingkat pusat, provinsi, hingga mitra internasional. Kehadiran bupati menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten SBB terhadap pengembangan nelayan skala kecil dan pembangunan sektor perikanan berkelanjutan di wilayah Seram Bagian Barat.
Acara dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc., dan turut dihadiri Asisten II Setda Provinsi Maluku mewakili Sekda, Asisten I Kota Ambon mewakili Wakil Wali Kota Ambon, Head of Nature, Energy and Climate Unit UNDP Indonesia Aretha Aprilia, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Rachmat Pratama.
Pada kesempatan ini, Bupati Seram Bagian Barat bersama Kepala BPPSDM KP menandatangani Nota Kesepakatan tentang Sinergi Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pembangunan SDM Kelautan dan Perikanan di Kabupaten SBB. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan kompetensi nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah.
Kepala BPPP Ambon Abubakar, S.St.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membangun kesepahaman antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra program terkait penguatan model bisnis kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap daerah-daerah yang aktif mendukung implementasi seaBLUE Project, termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan Maluku tahun 2025–2029 serta misi pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran melalui kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kasrul juga menambahkan bahwa Maluku, dengan potensi perikanan tangkap sebesar 4,3 juta ton per tahun di WPP 714, 715, dan 718, sangat mengandalkan peran daerah seperti SBB dalam memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan pengembangan ekonomi maritim.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah termasuk Seram Bagian Barat, dan mitra internasional menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dan berkeadilan sosial,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Bupati SBB dan penandatanganan kerja sama strategis ini, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat mempertegas keseriusan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Program seaBLUE Project serta pelatihan SKN dan BST yang dibuka dalam kegiatan ini menjadi peluang besar bagi nelayan dan pencari kerja asal SBB untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup.
Kegiatan turut dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Standar Kompetensi Nelayan (SKN) bagi 120 nelayan dengan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Maluku serta Pelatihan Basic Safety Training (BST) bagi 64 pencari kerja bidang kepelautan.
Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menegaskan kesiapan untuk terus berperan aktif dalam pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan dan berdaya saing di Provinsi Maluku. (Diskominfo SBB)


