JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara Tahun 2026 secara resmi diselenggarakan sebagai bagian dari mekanisme pertanggungjawaban kinerja perseroan kepada para pemegang saham.
Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, menghadiri RUPS Tahunan Bank Maluku-Malut yang berlangsung di Hotel GIIA Maluku, Senin (23/2/2026). Kehadiran Bupati merupakan wujud partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai pemegang saham dalam memastikan tata kelola perusahaan berjalan secara akuntabel dan transparan.
RUPS dipimpin oleh Direktur Utama Syahrisal Imbar dan turut dihadiri oleh Hendrik Lewerissa selaku pemegang saham pengendali, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang mewakili Gubernur Maluku Utara, serta para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Dalam forum tersebut disampaikan laporan kinerja perseroan tahun 2025 yang menunjukkan capaian positif di tengah dinamika dan tantangan industri perbankan nasional. Berdasarkan laporan keuangan yang dipaparkan, total aset bank tercatat sebesar Rp10,552 triliun atau tumbuh 19,84 persen (year on year) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp8,848 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,849 triliun atau meningkat 18,58 persen dari Rp5,776 triliun.
Penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,10 persen menjadi Rp6,067 triliun dari sebelumnya Rp5,511 triliun. Pendapatan operasional meningkat menjadi Rp1,190 triliun atau naik 20,16 persen dari Rp990 miliar. Laba kotor tercatat sebesar Rp236 miliar atau tumbuh 9,42 persen dari Rp216 miliar pada tahun 2024, dengan laba bersih mencapai Rp181 miliar. Dari sisi tingkat kesehatan bank pun, seluruh rasio keuangan berada di atas standar yang ditetapkan regulator.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja perseroan yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Secara fundamental, Bank Maluku-Malut menunjukkan kinerja yang positif dan konsisten. Capaian ini mencerminkan tata kelola yang baik serta kerja keras jajaran komisaris, direksi, dan seluruh pegawai,” ujar Hendrik Lewerissa.
Selain pengesahan laporan keuangan, RUPS juga menyetujui sejumlah keputusan strategis, antara lain penetapan kenaikan jasa produksi atau tantiem karyawan sebesar 1,8 persen yang bersumber dari cadangan sehingga tidak mengurangi hak dividen pemegang saham.
Forum juga menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing.
Bupati Asri Arman menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten SBB dalam RUPS tahunan tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal pengelolaan investasi daerah pada bank pembangunan, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
“Partisipasi kami dalam RUPS ini adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah sebagai pemegang saham untuk memastikan setiap kebijakan strategis yang diambil benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah,” ungkap Bupati.
Beliau berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten SBB dan Bank Maluku-Malut terus diperkuat, baik dalam pengelolaan keuangan daerah maupun dalam mendukung pembiayaan pembangunan.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Peningkatan kinerja bank harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” tutup Bupati. (Diskominfo SBB)


